Keselamatan Pariwisata Di Indonesia
Menjelang liburan natal & tahun baru, kenaikan kelas, hari raya idul fitri maupun hari libur nasional lainnya, beberapa orang sudah merencanakan liburannya keberbagai tempat wisata, tempat kuliner bahkan sekadar bersilaturahmi kerumah orang tua maupun sanak keluarga. Momen yang ditunggu-tunggu seluruh anggota keluarga ini kadang tidak semua diakhiri dengan kebahagiaan namun ada beberapa yang berakhir dengan kesedihan mendalam. Suka cita dan duka cita terkadang mewarnai perjalanan liburan.
Liburan sangat penting sebagai ajang relaksasi anggota tubuh serta pikiran setelah berbulan-bulan berkutat pada rutinitas pekerjaan baik dikantor maupun dilapangan, ibu rumah tangga melakukan pekerjaan rumah sehari-hari yang teramat sangat berat, dan bagi anak-anak dengan dunia pendidikannya. Namun jangan sampai ajang liburan justru menjadi ajang petaka karena tercatat libur lebaran tahun 2019 lalu terjadi 509 kecelakaan lalu lintas menurut Kemenhub RI dan Jumlah kecelakaan lalu lintas pada libur natal tahun baru 2020 terdapat 59 kejadian kecelakaan info dari divisi Humas Mabes Polri, belum lagi yang meninggal ditempat wisata. Saat libur natal dan tahun baru 2020.
Oleh karena itu ada beberapa hal yang wajib diketahui masyarakat apa saja resiko bahaya yang bisa timbul dari kegiatan wisata tersebut antara lain ;
- Kecelakaan lalu lintas
Kecelakaan dijalan memiliki kontribusi signifikan mengakibatkan para wisatawan meninggal dunia karena faktor kondisi kendaraan yang tidak layak namun tetap nekat dioperasikan maupun faktor kondisi manusianya seperti mengantuk, pengaruh obat-obatan, minuman keras, mengoperasikan unit dengan ugal-ugalan dll.
Berikut beberapa contoh kecelakaan melibatkan transportasi bus saat sedang melakuan perjalanan wisata
- Sabtu 18 Januari 2020 Pukul 17.23 wib bus pariwisata Purnama Sari berisi 61 Orang penumpang yang akan pulang dari lokasi wisata Tangkuban Perahu terbalik di kampong Nagrok desa Palasari Ciater Subang menewaskan 8 orang, luka berat 10 serta luka ringan 20 orang.kuat melaju di tanjakan Selarong.
- 1 Mei 2019 bus berpenumpang 25 siswa SD dari Banten menuju taman wisata matahari (TWM) mengalami kecelakaan dijalur puncak terguling tidak
- 8 September 2018 terjadi kecelakaan maut bus wisata yang menewaskan 21 orang di Cikidang kampong bantar selang Sukabumi Jawa barat.
Dan tentu masih banyak lagi kejadian-kejadian kecelakaan tidak hanya melibatkan bus wisata namun juga terjadi pada angkutan transportasi darat lainnya, lalu apa yang harus kita lakukan untuk memilih sarana transportasi wisata yang aman?
- Pilihlah yang bereputasi baik, andal, berpengalaman dan kondisi bus yang layak pakai. Anda bisa searching didunia maya tentang transportasi yang akan anda pilih, pernah tidak terjadi kecelakaan, testimoni penumpang tentang layanan dan faktor keselamatan. Jangan hanya karena murah.
- Tegur pengemudi bus yang ngebut serta ugal-ugalan karena jika didiamkan akan berakibat fatal
- Menanyakan kepada pihak pengelola bus apakah surat-surat kendaraan lengkap,dilakukan uji kier berkala, inspeksi rutin bahkan bisa ditanyakan apakah driver berstatus karyawan tetap perusahaan , pernah tidak mengikuti pelatihan Bus defensive safety driving serta bersertifikat. Pertanyaan-pertanyaan ini penting yang merupakan hak kita sebagai penumpang untuk mendapatkan rasa aman juga jasa pelayanan terbaik, jangan sungkan-sungkan menanyakannya sehingga kedepan jasa penyedia angkutan bus akan lebih memperhatikan kondisi kendaraannya dan kompetensi drivernya.
Dari semua itu tentu pengelola bus pariwisata khususnya maupun transportasi darat lainnya harus benar-benar memperhatikan kondisi busnya mulai dari maintenance rutin, pengujian dan inspeksi berkala dilakukan, menggunakan suku cadang asli, bila memiliki mekanik gunakan mekanik yang kompeten, pastikan driver handal, tahu kondisi jalan serta memiiki kompetensi cukup dan terakhir driver harus selalu dalam kondisi fit, tidak mabuk-mabukan juga tidak dalam pengaruh obat-obatan. Pengecekan, pengawasan dan pembinaan berkala juga wajib dilakukan oleh departemen terkait dinegeri ini.
- Terjatuh dari ketinggian.
Banyaknya lokasi tempat-tempat wisata yang sangat ektrem menjadi faktor kontribusi penyumbang kecelakaan seperti viralnya penginapan diatas dinding tebing, restaurant diatas awan, wisata-wisata selfie yang kian menjamur digemari kaum milenial bahkan para orang tua, selfie di bibir tebing, naik diatas pohon, diatas papan tinggi dengan view pemandangan alam nan indah, berswa-foto dan berselfie ria diatas gunung dengan tebing-tebing terjal diatasnya maupun jurang-jurang menganga dibawahnya.
Wisatawan tidak menyadari dibalik kebahagiaan wisatanya saat itu tersimpan bahaya-bahaya yang tidak mereka sadari justru akan menjadi hari-hari yang mengharu biru dalam kehidupannya, hari dimana mereka tidak pernah lupakan. Sudah banyak korban wisatawan tergelincir, terperosok juga jatuh dari ketinggian, berikut beberapa kasus wisatawan meninggal karena jatuh dari ketinggian.
- 14 Desember 2019 seorang polisi berpangkat Ajun Komisari Polisi Besar (AKBP) meninggal dunia terjatuh dari tebing gunung parang, plered purwakarta Jawa barat. Gunun ini menjadi destinasi wisata favorit di Purwakarta.
- 1 Januari 2019 Pemuda desa Pangi Kecamatan Bajo Luwu tewas terpeleset dan terjatuh ssat hendak naik keatas air terjun sarassa
- 20 Juli 2018 Pemandu dan wisatawan jatuh dri tebing pantai teluk bidadari Malang, seorang pemandu wisata tewas jatuh dari batu karang akibat di hempas ombak dan 2 wisatawan peremuang terluka pada bai=gian kepala, kaki dan tangan.
- 16 Mei 2015 seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta jatuh dan terpelanting berkali-kali jatuh kekawah gunung merapi
Apa yang harus wisatawan lakukan agar tidak terjadi hal-hal tersebut diatas ?
- Mengetahui batas fisik kekuatan diri dan pengalaman/skill tentunya bila akan melakukan pendakian gunung atau memanjat tebing tinggi dan tentunya dipandu oleh orang yang benar-benar mengerti kondisi areal wisata tersebut.
- Hindari selfie dilokasi-lokasi yang berbahaya, tentukan jarak aman saat akan berfoto di puncak gunung atau pinggir tebing jangan sekali-kali melakukannya tepat berada diujung dinding tebing terlebih dilokasi-lokasi wisata yang tidak memiliki pagar pengaman untuk para wisatawan.
- Jangan mengorbankan diri hanya untuk mengambil spot yang bagus/ektrem terlebih anda tidak mempunyai pengalaman serta skill yang mumpuni dan tidak dilengkapi alat pelindung diri yang disediakan pengelola wisata
- Perhatikan kondisi cuaca apakah sehabis hujan, sedang hujan, akan hujan, kapan waktunya daerah tersebut berkabut dll, ini sangat diperlukan untuk mendapatkan suasana wisata yang aman serta mengesankan
Para wisatawan pastinya menginginkan pulang dengan selamat oleh karena itu pengelola wisata ekstrem ini dapat membantu dengan memberikan jasa bantuan para guide yang terlatih, mengenal lokasi, dan mengerti standar keselamatan dilokasi wisata, memasang papan-papan peringatan, himbauan, larangan kepada para wisatawan, menyediakan tempat sampah, menyediakan peralatan keselamatan yang standart tinggi untuk digunakan wisatawan saat akan berselfie diketinggian ataupun saat memanjat tebing, memasang pagar-pagar pengaman pada areal yang kemungkinan bisa menyebabkan wisatawan terjatuh atau pagar pengaman untuk berpegangan tangan menyediakan beberapa titik tempat beristirahat
- Terseret Ombak
Rekreasi di pantai adalah salah satu tujuan popular bagi para wisatawan, di Yogyakarta terkenal dengan pantai parangtritisnya, di Bali terkenal dengan pantai, ombak dan pasir putihnya, papua dengan raja empatnya serta masih ada ratusan bahkan ribuan pantai yang tersebar di Indonesia. Saat Week end maupun libur nasional pantai-pantai tersebut pasti menjadi destinasi menarik para wisatawan, ratusan orang tumplek disepanjang bibir pantai bahkan beberapa nyebur kepantai untuk berenang.
Pantai memang tempat yang cocok untuk melepaskan rasa lelah, penat dari kesibukan aktifitas sehari, menikmati desiran ombak, udara yang melegakan pernapasan, angin sepoi-sepoi dan sengatan sinar matahari namun siapa sangka dibalik keindahannya itu telah banyak nyawa wisatawan terenggut. Masih ingat dengan beberapa peristiwa berikut ini ;
- 24 Desember 2019 Apip ditemukan mengapung saat berwisata di pantai Minajaya desa buniwangi, kecamatan surade kabupaten Sukabumi
- 1 Januari 2020 Wisatawan Bogor nama abdul Rohim meinggal akiat diseret ombak di Panai Ketapang Condong, desa Citepus Kecamatan Pelabuhan Ratu Kabupaen Sukabumi.
- 22 Desember 2019 Mujib terseret ombak saat mandi di perairan pantai Payangan kabupaten Jember dan sudah ada himauan dilarang mandi diperairan pantai selatan karena ombaknya besar.
- 28 Desember 2019 dua wisatawan asal Jombang yayan widarto dan sofi hidaya terseret ombak pantai teleng ria Pacitan
- 4 Januari 2020 wisatawan asal Gresik Bagas Agung Mahendra tewas terseret air laut di Pantai Lenggoksono desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang
Dan baru-baru ini tanggal 28 Desember 2019 di Pantai Parangtritis 4 wisatawan dari Ponpes Gus Miftah terert ombak saat bermain air namun berhail diselamatkan oleh team rescue.
Saat berwisata ke pantai ada beberapa hal yang wajib dilakukan wisatawan agar terhindar dari kecelakaan.
- Informasi mengenai pantai yang akan dikunjungi apakah sedang tinggi ombak lautnya, cuaca tidak bersahabat, sedang berpotensi sunami dan lainnya. Jaman sekarang sangat mudah untuk mengetahui informasi-informasi tersebut dengan mengunjungi web-site yang disediakan oleh masing-masing pengelola obyek wisata ataupun bisa searching di google sambil membaca ulasan-ulasan para google guide.
- Bermain airlah sewajarnya jangan terlalu jauh dari bibir pantai, usahakan jangan sendirian agar ada yang mengingatkan sambil melihat kondisi ombak di pantai
- Baca rambu-rambu larangan, himbauan, peringatan yang ada di pantai untuk ditaati.
- Carilah pantai yang memiliki team rescue standby dilokasi
- Jika hendak naik banana boat, kapal bebek, snorkeling/menyelam wajib dipandu oleh guide setempat kompeten dan sudah mengenal benar karakteristik kondisi pantai/
- Pastikan anda memiliki kemampuan berenang memadai.
- Bagi yang tidak bisa berenang akan lebih aman duduk-duduk menikmati keindahan pantai daripada bermain banana boat ataupun naik kapal bebek. Atau jika ingin lebih berkesan naik kuda, becak motor, motor trail mini disepanjang bibir panta
Pantai yang tidak dikelola dengan baik lingkungannya juga bisa berakibat orang celaka misalnya sampah berserakan dimana-mana, lalat pun bertebaran dimana-mana hingga ke penjual makanan, terkadang pecahan-pecahan kaca bekas botol minuman yang dibuang sembarangan dipantai bisa melukai kaki wisatawan. Housekeeping pun perlu diperhatikan oleh wisatawan, pengelola serta masyarakat sekitar pantai agar para wisatawan merasa aman, nyaman dan betah untuk berlama-lama yang pada akhirnya akan meingkatkan pendapatan masyarakat sekitar juga.
Tentu masih banyak lagi resiko bahaya yang bisa timbul selain dari ketiga hal diatas yang telah penulis paparkan, mungkin masih ingat beberapa kejadian ini :
- Putusnya jembatan gantung di Baturaden yang mengakibatkan 4 wisatawan meninggal dunia
- 3 kecelakaan jeep lava tour merapi mengakibatkan 2 wisatawan meninggal dunia
- Kecelakaan speed boat di Nusa leembongan Bali mengakibatkan 2 WNA meninggal dunia
- Saat bermain olah raga air donat boat di pulau tidung kecil kepulauan seribu seorang wisatawan jatuh dengan posisi tengkurap dan tidak sadarkan diri/meninggal.
- Seorang anak laki-laki mengalami patah tulang saat bermain go-kart disalah satu wahana Jatim Park
- Seekor harimau benggal usia 10 bulan menerkam balita berusia 3,5 tahun saat keluarga asal semarang tersebut melintas didepan harimau yang sedang berjalan-jalan dengan 2 pawangnya.
Penulis memang belum menemukan statistik pasti tingkat angka kecelakaan didunia pariwisata, apapun itu kenyataannya sangat banyak kecelakaan-kecelakaan yang terjadi didunia kepariwisataan Indonesia. Perlu perhatian khusus serta ditangani secara serius oleh pihak-pihak terkait guna meminimalisir kejadian-kejadian kecelakaan yang seharusnya memang tidak perlu terjadi.
Yang jelas harus dilakukan Survei Resiko bahaya serta Hazard Identification Risk Assessment and Determine Control untuk setiap daerah wisata agar pengelola lebih akurat lagi memastikan keselamatan para wisatawan, keamanan obyek wisata dan yang terpenting adalah wisatawan serta SDM pengelola wisata dibekali ILMU SAFETY. (25012020)
Penulis: Hendrajati (Praktisi, Pemerhati, Penulis & Pendiri HSE Indonesia)